Warga di Padang Gerebek Duda Berusia 55 Tahun Gegara Bawa Cewek ke Rumah

Warga di Padang Gerebek Duda Berusia 55 Tahun Gegara Bawa Cewek ke Rumah

Rumah duda berusia 55 tahun di Pegambiran, Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat digerebek warga, Kamis (22/4/2021) malam. Ini disebabkan ia membawa seorang perempuan ke sebuah rumah di Jalan Arai Pinang, Pegambiran. Pengerebekan keduanya berawal dari kecurigaan warga terhadap PZ yang sering membawa perempuan ke rumah tersebut.

Pasangan ini digerebek sekitar pukul 20.30 WIB oleh warga bersama Ketua Pemuda setempat. Ketua Pemuda Setempat, Dusral (45) mengatakan saat dilakukan penggerebekan, PZ berkilah kalau perempuan tersebut masih keluarganya. Karena merasa curiga, warga bersama sama menyerahkan keduanya ke Kantor Satpol PP Padang.

"Mereka kita serahkan ke Satpol PP agar masyarakat tahu bagaimana aturan yang sebenarnya guna menghindari tindakan yang tidak bagus," kata Dusral, Jumat (23/4/2021). Dusral berharap masyarakat tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan hukum. Oleh karena itu, pasangan yang digerebek warga diserahkan ke Satpol PP untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Kepala bidang Penegakan Peraturan Perundang Daerah (P3D), Bambang Suprianto membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait penggerebakan pasangan tersebut. "Telah kita data, dimana inisial PZ (53) seorang duda, dan perempuannya berinisial BR (30) masih lajang," kata Bambang Suprianto. Kata dia, awalnya PZ (53) mengaku kalau perempuan yang dibawanya ke rumah adalah keponakannya.

"Ya, dia mengaku kalau perempuan itu adalah anak kakaknya. Datang ke rumah untuk membantu membersihkan rumahnya yang berantakan," katanya. Setelah diproses dan membuat surat pernyataan serta diberi penjelasan barulah mereka diperbolehkan kembali ke rumah mereka. Sementara itu, Kasat Pol PP Padang, Alfiadi, mengatakan bahwa kepedulian masyarakat terhadap hal hal yang mengganggu ketertiban umum sangat diapresiasi.

"Dengan adanya kepedulian dan tidak main hakim sendiri tentu ketertiban dan ketenteraman masyarakat dapat dirasakan dan terpelihara oleh masyarakat kita," katanya. Ia juga berharap masyarakat menjaga etika serta menghargai norma norma yang berlaku, yaitu norma agama dan adat. "Karena kita masih menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," ujarnya

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.